Belajar Menulis - Resume 4
Assalamualaikum, malam rabu ini tanggal 21-10-2020, setelah mengetahui profilnya ternyata narasumbernya usianya lebih muda daripada saya. Beliau bernama ibu Noralia Purwa Yunita, M. Pd. Walaupun usianya masih muda (31 tahun) prestasi beliau cukup banyak, diantaranya Karya yang sudah dibuat meliputi bahan ajar Kimia SMA, buku antologi "Menciptakan pola pembelajaran efektif dari rumah", buku seri ekoji academy "Digital Mindset", buku " jurus jitu menulis dan berprestasi", buku antologi " Kisah Inspiratif Sang Guru", dan beberapa artikel yang telah dimuat di media daring dan cetak. Saat ini sedang tahap penyelesaian naskah buku yang kedua untuk seri ekoji academy "gamifikasi, belajar menyenangkan seasyik bermain game", naskah antologi bersama siswa " Belajar dari Covid-19 " dan tahap finishing naskah buku " Kiat praktis menulis modul berbasis riset " yang merupakan pengubahan tesis menjadi buku, serta masih banyak yang lainnya.
Ibu dari 2 balita ini menyebutnya musibah pandemi ini membawa berkah buat dirinya karena bisa berkarya kembali dengan menulis buku sebanyak-banyaknya.
Beliau berpendapat intinya, apapun yang kita rasakan dan pikirkan, dapat diubah menjadi sebuah tulisan, karena beliau yakin, tidak ada yang tidak bisa menulis, karena menulis bagi beliau sama dengan berbicara. Bedanya hanya dituangkan lewat tulisan
Kendala-kendala yang dihadapi beliau diantaranya masalah perbendaharaan diksi. Jika beliau sudah mentok kosa kata, biasanya membaca artikel orang lain,atau membaca novel. Karya apapun beliau baca karena dengan banyak membaca, akan memperkaya diksi kita.
Lalu yang terakhir, biasanya kita takut menulis karena takut salah. Ini beliau alami ketika di awal bergabung di grup menulis dengan om Jay, tetapi om Jay meyakinkan bahwa tulis saja dulu apa yang kita pikirkan, jangan permasalahkan EYD atau kaidah kebahasaan yang lain.cukup tulis hingga selesai.
Beliau memiliki kiat agar tulisan bisa menjadi sebuah buku yaitu NIAT, PAKSA, MAU.
Niat untuk mau menulis harus ada, tentunya harus dipaksa juga karena jika hanya ada niat tetapi tidak ada kemauan kuat alias pemaksaan, maka kata MAU tidak akan terwujud.š
Beliau suka membaca secara online dan juga buku fisik.keduanya sangat istimewa. Jika buku fisik mungkin lebih semakin banyak tambahan koleksi buku, selain itu anggota keluarga lain juga dapat ikut membaca karena tidak semua orang nyaman membaca online.
Menurut beliau buku itu merupakan sebuah sejarah. Ibaratnya jika nanti beliau sudah mati, melalui buku ini nama beliau bisa diingat dan karya-karyanya masih dapat dinikmati dan hidup meskipun raga sudah tidak ada.
Ide adanya sebuah tulisan itu dengan banyak membaca tentunya, karena kegiatan menulis selalu beriringan dengan membaca. Tetapi harus difokuskan ingin membuat karya apa dulu, apakah itu fiksi atau non fiksi. Jika ingin menulis karya fiksi seperti novel, cerpen, dll, perbanyak membaca buku jenis tersebut. Nantinya akan keluar ide dari kegiatan membaca. Begitu pun juga untuk penulisan karya non-fiksi.tentukan tema yang akan ditulis, cari referensi baik dari buku sejenis atau jurnal ilmiah, lalu baca, kemudian tulis.š
Tips menurut beliau dengan cara berkolaborasi dengan siswa yang benar-benar menyukai bidang penulisan, dan motivasi saya adalah ketika tulisan mereka selesai, saya akan bukukan karya itu, sehingga masih muda sudah punya buku sendiri. Namun,untuk siswa lain, masih dalam proses untuk bisa diajak menulis. Karena memang kegiatan menulis tidak semua orang mau melakukannya. akhirnya saya berikan kegiatan untuk literasi, baik itu literasi buku, video, film, atau yang lain. Yang terpenting siswa tersebut kaya akan info terkini dulu.
Malam ini resumenya sampai sini dulu. Atas perhatian&minatnya untuk membaca, saya ucapkan terima kasih.
Salam semangat, jaga kesehatan dan always pray to allah swt.
Mantap resumenya. Tinggal dielaborasikan dengan pengalaman pribadi penulis. Tabik.
BalasHapus